Peringatan Maulid Nabi Maulid Nabi atau kelahiran Nabi Muhammad SAW diperingati di SMP N 2 Piyungan pada Jum’at, 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan siraman rohani oleh Bapak Ustadz Hidayatul Huda, S.Pd.I. Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad bin Abdullah yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Peringatan ini bukan hanya sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mengingat kembali perjuangan, akhlak, dan ajaran beliau yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Nabi Muhammad SAW dilahirkan di kota Mekah pada tahun Gajah, bertepatan dengan tahun 570 Masehi. Beliau lahir dalam keadaan yatim karena ayahandanya, Abdullah, telah wafat sebelum beliau lahir. Sejak kecil beliau dikenal sebagai anak yang jujur, amanah, dan berakhlak mulia. Gelar “Al-Amin” yang berarti orang yang dapat dipercaya disematkan kepadanya oleh masyarakat Quraisy, bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Nabi.


Pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira melalui Malaikat Jibril. Sejak saat itu beliau diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan agama Islam, agama yang mengajarkan tauhid, keadilan, kasih sayang, dan persaudaraan. Perjuangan dakwah beliau tidaklah mudah. Beliau menghadapi berbagai rintangan, hinaan, siksaan, bahkan ancaman pembunuhan dari kaum Quraisy. Namun dengan kesabaran dan keteguhan iman, Islam akhirnya tersebar luas hingga ke seluruh Jazirah Arab dan dunia.
Lantas, apa hikmah yang bisa kita ambil dari peringatan Maulid Nabi? Yang pertama adalah meneladani akhlak beliau. Rasulullah adalah contoh manusia paling sempurna dalam hal kejujuran, kedermawanan, kasih sayang kepada sesama, dan kepedulian terhadap anak yatim serta kaum dhuafa. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk bersikap jujur dalam bekerja, amanah dalam mengemban tugas, dan penyayang kepada keluarga serta tetangga.
Yang kedua, memperbanyak sholawat kepada Nabi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” Sholawat adalah bukti cinta kita kepada Rasulullah dan menjadi jalan untuk mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat nanti.
Yang ketiga, memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dalam setiap acara Maulid biasanya diadakan pengajian, pembacaan sholawat, dan sedekah. Ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, antar jamaah, dan antar umat Islam. Dari yang awalnya sibuk sendiri-sendiri, menjadi bisa duduk bersama, mendengarkan tausiyah, dan saling mendoakan.
Di era sekarang, tantangan umat Islam semakin kompleks. Banyak pengaruh budaya asing, hoaks, dan perpecahan. Oleh karena itu, semangat Maulid harus kita hidupkan bukan hanya pada bulan Rabiul Awal saja, tetapi sepanjang tahun. Caranya dengan membaca sirah Nabi, mengamalkan sunnah-sunnah beliau, dan menjadikan Al-Qur’an serta hadits sebagai pedoman hidup.
Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat bahwa kita adalah umat yang membawa misi rahmatan lil ‘alamin. Tebarlah cinta, bukan benci. Tebarlah damai, bukan permusuhan. Tebarlah ilmu, bukan kebodohan.
Semoga dengan cinta kita kepada Nabi, Allah mengumpulkan kita bersama beliau di surga-Nya kelak. Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad. (TT)