Piyungan — Murid Kelas 9 SMP Negeri 2 Piyungan mengikuti kegiatan Kokurikuler Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengenalan Dasar Produksi dan Penulisan Skenario Film Pendek, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 2 Piyungan ini menghadirkan Sunardi, S.Pd., Guru Seni Budaya SMK Negeri 2 Yogyakarta, sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan mendorong murid untuk mengembangkan kreativitas melalui media film. Murid dikenalkan pada berbagai aspek dasar dalam proses produksi film pendek, khususnya mengenai penulisan skenario dan pengambilan gambar.
Dalam penyampaiannya, Sunardi, S.Pd. mengajak murid memahami bahwa film bukan sekadar rangkaian gambar yang menarik. Setiap pengambilan gambar dapat memiliki makna dan mampu membangun emosi serta menyampaikan pesan tertentu kepada penonton.
“Sudut kamera dan bidikan gambar yang tepat bukan sekadar mempercantik film, tetapi mampu menyuarakan empati dan memberantas perundungan di sekolah.”
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan bimtek. Murid diajak melihat film sebagai media komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan gagasan dan nilai-nilai positif. Tema yang dekat dengan kehidupan murid, seperti persahabatan, empati, dan perundungan di sekolah, dapat diolah menjadi cerita yang mampu memberikan pesan kepada masyarakat sekolah.
Belajar Menulis dengan Terus Berlatih
Selain pengenalan produksi film, murid mendapatkan penguatan mengenai pentingnya kemampuan menulis dalam proses pembuatan film. Sebelum sebuah film diproduksi, gagasan perlu dituangkan dalam sebuah skenario yang menjadi dasar bagi seluruh proses produksi.
Sunardi memberikan motivasi kepada murid melalui sebuah ungkapan:
“Menulis seperti pisau, hanya tajam jika diasah. Asah kemampuanmu dengan berlatih, lagi dan lagi.”
Pesan tersebut mengingatkan murid bahwa keterampilan menulis membutuhkan proses dan latihan yang berkelanjutan. Ide cerita yang baik perlu terus dikembangkan melalui kegiatan membaca, mengamati lingkungan, berdiskusi, menulis, serta berani memperbaiki hasil tulisan.
Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai pembuatan film, tetapi juga belajar mengembangkan ide, menyampaikan gagasan, bekerja sama, dan melihat suatu persoalan dari sudut pandang orang lain.
Film sebagai Media Menyuarakan Nilai Positif
Kegiatan kokurikuler ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang mendorong murid untuk menghasilkan karya yang dekat dengan kehidupan mereka. Film pendek dapat menjadi sarana bagi murid untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial sekaligus menawarkan pesan dan nilai positif.
Bagi SMP Negeri 2 Piyungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi murid melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga memberikan ruang bagi kreativitas, kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dengan demikian, kegiatan Bimtek Pengenalan Dasar Produksi dan Penulisan Skenario Film Pendek menjadi langkah awal bagi murid Kelas 9 untuk mengenal dunia produksi film sekaligus belajar bahwa sebuah karya dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan, membangun empati, dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekolah.
“Dari sebuah ide, lahirlah cerita. Dari sebuah cerita, terciptalah karya. Dan melalui karya, murid belajar menyuarakan kebaikan.”

