PIYUNGAN – SMP Negeri 2 Piyungan menggelar Deklarasi Anti Narkoba dan Minuman Keras (Miras) serta Deklarasi Anti Bullying pada Senin, 28 September 2026, di lapangan sekolah. Deklarasi ini menjadi komitmen bersama seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba maupun perundungan (bullying).

Acara diawali dengan sosialisasi dan kampanye anti narkoba serta anti bullying. Setelah itu, Kepala SMP Negeri 2 Piyungan, Rinawati, M.Pd., melantik Duta Anti Narkoba dan Duta Anti Bullying. Para duta sebelumnya telah terpilih melalui serangkaian seleksi yang meliputi tes tertulis, wawancara, dan tes orasi. Duta Anti Narkoba berasal dari murid kelas 8, sedangkan Duta Anti Bullying dari murid kelas 7.

Dalam sambutannya saat pelantikan, Rinawati,M.Pd. berpesan agar para duta memahami tanggung jawab yang mereka emban. “Menjadi duta bukan sekadar mendapat gelar, melainkan amanah. Kalian akan dilihat, ditiru, dan diikuti oleh teman-teman. Jadilah contoh dalam bersikap, bertutur kata, dan menjaga diri, supaya sekolah kita tetap menjadi rumah yang aman bagi semua,” ujarnya.

Usai dilantik, kedua duta menyampaikan orasi dan membacakan deklarasi yang diikuti seluruh murid. Muhammad Reski Anugrah Hidayat, murid kelas 8 yang terpilih sebagai Duta Anti Narkoba, mengajak seluruh warga sekolah menolak penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta menjauhi zat berbahaya. “Masa muda terlalu berharga untuk dirusak oleh narkoba. Mari kita isi dengan belajar, berkarya, dan berprestasi. Kalau ada teman yang diajak ke hal yang salah, jangan diam. Ingatkan dan rangkul dia,” serunya dalam orasi.

Sementara itu, Lathifa Rizqi Alya Az-Zahra, murid kelas 7 yang terpilih sebagai Duta Anti Bullying, mengajak murid tidak melakukan perundungan, baik lewat perkataan, tindakan, maupun media sosial. “Satu kata kasar bisa melukai lebih lama daripada yang kita kira. Mari saling menghargai, jangan mengejek, dan jangan diam saat ada teman yang dirundung. Kita semua berhak merasa aman di sekolah ini,” ucapnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi oleh seluruh warga sekolah sebagai tanda komitmen menjalankan nilai-nilai yang telah disepakati. Koordinator projek, Krisna Nuryanta, S.Pd., berharap program ini tidak berhenti pada tahap deklarasi. Ia berharap program ini berjalan efektif dalam mengawal dan membersamai proses belajar mengajar di sekolah. Para duta pun diharapkan menjadi teladan sekaligus penggerak bagi teman-temannya dalam membangun pergaulan yang sehat dan positif.

Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah bersama mewujudkan sekolah yang ramah, aman, inklusif, serta bebas narkoba dan bullying.

Bersama kita tolak narkoba dan miras, hentikan bullying, serta wujudkan SMP Negeri 2 Piyungan yang aman, nyaman, dan berbudaya positif.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *