Kampanye diikuti seluruh murid kelas 8, guru pendamping, dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan total sekitar 200 peserta. Mereka berjalan kaki mengelilingi lingkungan sekitar sekolah dalam long march sambil membawa poster bertema anti narkoba. Di sepanjang rute, peserta juga membagikan stiker anti narkoba kepada masyarakat.

Melalui kampanye ini, murid belajar memahami dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang mereka bawa menjadi cara menyapa masyarakat agar bersama-sama menjauhi narkoba.

“Kami ingin murid menjadi teman yang saling menguatkan. Dari langkah kecil di jalan ini, semoga tumbuh keberanian untuk memilih yang baik dan berkata tidak pada narkoba,” ujar Muhammad Tri Wijaya, S.Pd. (Koordinator Projek Kokurikuler).

Semangat itu juga dirasakan para murid. Yusuf, murid kelas 8E, mengaku senang bisa ikut menyampaikan pesan kepada masyarakat. “Awalnya capek berjalan, tetapi saya senang bisa mengajak orang-orang peduli. Sekarang saya lebih paham kenapa narkoba harus dijauhi, dan saya akan mengingatkan teman kalau ada yang mengajak ke hal buruk,” tuturnya.

Melalui pembelajaran kokurikuler ini, SMP Negeri 2 Piyungan berharap murid tumbuh menjadi pelopor perilaku positif, baik di sekolah maupun di masyarakat. Semangat tumbuh bersama dalam kebaikan diharapkan menjadi langkah nyata membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas narkoba.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *