PIYUNGAN – SMP Negeri 2 Piyungan terpilih menjadi salah satu dari 46 wilayah titik baca dalam program Pengembangan Perpustakaan – Titik Baca yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY bekerja sama dengan Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, S.E. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, di SMP Negeri 2 Piyungan.
Mengusung tema “Optimalisasi Titik Baca melalui Pengembangan Bahan Pustaka Digital untuk Meningkatkan Literasi Masyarakat”. Program ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses bahan bacaan dan informasi, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Dewi Ambarwati, S.Sos., dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY menyampaikan bahwa penempatan titik baca di SMP Negeri 2 Piyungan merupakan bagian dari upaya memperluas akses literasi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD DIY melalui Amir Syarifudin, S.E. Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk memajukan literasi di sekolah.
Sementara itu, Amir Syarifudin, S.E., yang bertugas di Komisi C DPRD DIY, menekankan pentingnya kemudahan akses terhadap buku dan pengetahuan. Ia menyampaikan gagasan pembebasan pajak buku agar masyarakat lebih mudah memperoleh bahan bacaan. Menurutnya, buku merupakan sarana penting untuk membuka wawasan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia juga menyoroti perlunya perhatian terhadap kurikulum dan tata kelola pendidikan. Melalui program titik baca, ia berharap akses terhadap buku, termasuk bahan pustaka digital, semakin mudah sehingga semangat membaca murid dan masyarakat terdorong.
Materi tentang membangun budaya literasi disampaikan oleh Kholif Diniawati, M.Pd., B.I., selaku pegiat literasi. Ia menjelaskan bahwa membaca memiliki banyak manfaat, di antaranya membuka ruang imajinasi, melatih kemampuan berpikir dan berbicara, mengurangi kebodohan, serta membantu seseorang memperoleh referensi yang tepat. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca sebagai bagian dari perintah agama, sebagaimana pesan iqra yang berarti bacalah.




Selain membaca, Kholif mengajak peserta membiasakan diri menulis. Menurutnya, menulis dapat menjadi amal jariyah, meninggalkan karya yang dikenang, dan menebarkan manfaat bagi orang lain. Ia membagikan langkah sederhana untuk memulai menulis: menumbuhkan niat dan semangat, menuangkan semua ide tanpa takut salah, membaca ulang dan memperbaiki tulisan, lalu menerbitkannya, misalnya menjadi buku. Ia mengajak peserta tidak ragu memulai karena kebiasaan menulis tumbuh melalui latihan dan kemauan untuk terus belajar.
Pada kesempatan yang sama, Sigit Vino dari Tim Titik Baca Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY menjelaskan bahwa titik baca merupakan sarana literasi yang dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan bacaan dan informasi.
Melalui program ini, SMP Negeri 2 Piyungan diharapkan dapat mengoptimalkan keberadaan titik baca, termasuk pemanfaatan bahan pustaka digital, sebagai sumber belajar yang mudah diakses. Program ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebiasaan membaca dan menulis bagi murid, guru, serta warga sekolah.
Dengan dukungan berbagai pihak, titik baca di SMP Negeri 2 Piyungan diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh informasi, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya ide, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat. Mari membaca, menulis, dan berbagi pengetahuan untuk mewujudkan budaya literasi yang lebih baik.