Piyungan – Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus  Hari Anak Nasional 2026, SMP Negeri 2 Piyungan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan penguatan karakter murid. Kegiatan bakti sosial dilaksanakan dengan mengunjungi Pondok Tetirah  yang berlokasi di Dusun Kuton, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Pondok Tetirah merupakan lembaga rehabilitasi yang memberikan pendampingan bagi penyandang gangguan kejiwaan dan penyalahgunaan NAPZA.

Rombongan terdiri atas bapak dan ibu guru SMP Negeri 2 Piyungan bersama perwakilan murid. Kehadiran mereka tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian, empati, dan pembelajaran nyata mengenai pentingnya berbagi kepada sesama. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako yang merupakan hasil donasi dari seluruh murid kelas VII.  Antusiasme para murid dalam berpartisipasi menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi salah satu nilai utama yang terus ditanamkan di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Negeri 2 Piyungan, Rinawati, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini menjadi bagian dari implementasi pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak untuk menumbuhkan rasa syukur, empati, kepedulian, serta semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para penghuni Pondok Tetirah sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi murid. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan. Penyerahan bantuan diterima secara langsung oleh pengelola Pondok Tetirah yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar SMP Negeri 2 Piyungan. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan para penghuni serta mempererat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Piyungan terus berkomitmen mewujudkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter “beriman, cakap, berbudi luhur, dan berbudaya”, sesuai dengan semangat MANCABERDAYA  yang menjadi visi sekolah.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *