Piyungan – SMP Negeri 2 Piyungan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Perangkat Perencanaan Pembelajaran dan Pembinaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas dan sesuai dengan arah kebijakan pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 2 Piyungan.
Bertempat di lingkungan SMP Negeri 2 Piyungan, kegiatan menghadirkan Bapak Putut Agus Wandono, M.Pd., selaku Pengawas Pendamping SMP dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penyusunan perangkat perencanaan pembelajaran yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala SMP Negeri 2 Piyungan, Ibu Rinawati, M.Pd., yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah, Bapak Catur Adhy Purna, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.


“Perangkat pembelajaran bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan pedoman utama dalam mewujudkan proses pembelajaran yang terarah, berkualitas, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh serta mengimplementasikan hasilnya dalam praktik pembelajaran sehari-hari,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, narasumber memberikan pendampingan mengenai penyusunan perangkat perencanaan pembelajaran yang efektif, mulai dari perencanaan tujuan pembelajaran, penyusunan alur pembelajaran, strategi asesmen, hingga penyelarasan dengan karakteristik peserta didik. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif sehingga memberikan ruang bagi peserta untuk mengonsultasikan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyusunan perangkat pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran di kelas. Melalui pendampingan langsung dari narasumber, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyusunan perangkat pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis ini, SMP Negeri 2 Piyungan berharap seluruh guru semakin profesional dalam merancang pembelajaran yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan mutu proses belajar mengajar dan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen SMP Negeri 2 Piyungan dalam membangun budaya belajar bagi pendidik serta memperkuat kualitas layanan pendidikan. Dengan peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan, sekolah optimistis dapat terus menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik sesuai dengan visi pendidikan yang unggul dan berkarakter. (NG)