Piyungan – SMP Negeri 2 Piyungan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Jumat, 31 Juli 2026, bertempat di Ruang Pertemuan SMP Negeri 2 Piyungan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPMP Daerah Istimewa Yogyakarta, Susi Anto, M.Pd., yang memberikan penguatan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam sebagai arah baru transformasi pembelajaran di Indonesia.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMP Negeri 2 Piyungan, Rinawati, M.Pd., yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu membentuk karakter, kompetensi, dan kemampuan berpikir murid secara utuh.
Memasuki sesi inti, narasumber mengajak seluruh peserta melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan di kelas. Guru diajak mengevaluasi apakah pembelajaran yang dilakukan masih berada pada level surface learning atau telah mengarah pada deep learning, yaitu pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar bermakna dan mendorong murid memahami konsep secara mendalam.
Dalam pemaparannya, Susi Anto, M.Pd. menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam bukanlah menyampaikan materi, melainkan mengubah pengetahuan konseptual menjadi pengalaman belajar yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan murid. Guru dituntut mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya membuat murid mengetahui suatu konsep, tetapi juga memahami alasan di balik konsep tersebut, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, serta mampu menerapkannya dalam berbagai situasi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dirancang untuk mewujudkan Delapan Dimensi Profil Lulusan, sehingga setiap proses pembelajaran perlu berlandaskan pada tiga prinsip utama, yaitu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Ketiga prinsip tersebut diwujudkan melalui pengalaman belajar yang utuh, meliputi proses memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan yang diperoleh.
Agar implementasi Pembelajaran Mendalam dapat berjalan secara optimal, narasumber juga memperkenalkan empat kerangka utama yang perlu diperhatikan oleh setiap guru, yaitu praktik pedagogis yang efektif, penciptaan lingkungan belajar yang mendukung, pemanfaatan teknologi digital secara tepat, serta kemitraan pembelajaran dengan berbagai pihak. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan murid di era saat ini.


Salah satu pesan yang paling menginspirasi dalam kegiatan ini disampaikan melalui kutipan narasumber:
“Kehidupan mengajarkan murid kita untuk tidak hanya mengetahui ilmu di permukaan. Kehidupan menuntut suatu hal yang lebih dalam lagi dibandingkan teori-teori yang dibelajarkan di kelas.”
Pesan tersebut mengingatkan bahwa pendidikan tidak berhenti pada penguasaan materi, melainkan harus mampu membekali murid dengan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan nyata.
Melalui Bimbingan Teknis ini, diharapkan seluruh guru SMP Negeri 2 Piyungan semakin siap mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dalam setiap mata pelajaran. Dengan demikian, proses pembelajaran di kelas tidak hanya menghasilkan murid yang memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, keterampilan, dan kompetensi sesuai dengan Profil Lulusan yang diharapkan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMP Negeri 2 Piyungan dalam mewujudkan budaya belajar yang inovatif, reflektif, dan berpusat pada murid sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. (NW)