Piyungan, 31 Juli 2026 – SMP Negeri 2 Piyungan menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler Gerakan Anti Bullying pada Jumat (31/7/2026) di Aula SMP Negeri 2 Piyungan. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII ini menghadirkan Muhammad Azhar Basyir, M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis Puskesmas sekaligus penyuluh kesehatan mental, sebagai narasumber. Mengusung tema “Jadilah Teman, Bukan Ancaman: Kenali Dampak Bullying, Berani Bertindak, Ciptakan Sekolah Aman”, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran peserta didik bahwa perundungan bukanlah perilaku yang dapat dianggap sebagai candaan atau hal yang wajar.
Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk memiliki keberanian menolak segala bentuk bullying, berani melapor apabila menjadi korban maupun menyaksikan perundungan, serta menjadi upstander atau penolong yang aktif membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Dalam pemaparannya, Muhammad Azhar Basyir menjelaskan bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying). Perundungan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga memengaruhi pelaku, saksi, serta iklim belajar di sekolah. Oleh karena itu, setiap warga sekolah memiliki peran penting dalam mencegah dan menghentikan terjadinya bullying.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta berbagai aktivitas yang melibatkan peserta didik, seperti ice breaking, penyampaian video edukatif, studi kasus, role play, dan diskusi kelompok. Metode tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami situasi nyata yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah sekaligus melatih keberanian dalam mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi perundungan.
Melalui kegiatan ini, peserta didik juga diajak menumbuhkan sikap saling menghargai, membangun komunikasi yang positif, serta mengembangkan empati terhadap sesama. Selain memahami dampak bullying, siswa dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan perundungan, termasuk pentingnya melapor kepada guru, wali kelas, guru BK, orang tua, atau pihak lain yang dipercaya. Penyelenggaraan Kokurikuler Gerakan Anti Bullying ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMP Negeri 2 Piyungan dalam mendukung terciptanya budaya sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Diharapkan, melalui kegiatan ini seluruh peserta didik semakin memahami pentingnya saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta bersama-sama mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal. (HF)